Kisah tentang Panti Asuhan Solomasi bersemi dari sebuah kepedulian mendalam di Medan.
Di tengah hiruk pikuk kota Medan, Laia terpanggil hatinya oleh pemandangan pilu
dua bocah kakak beradik. Usia mereka masih belia, empat dan enam tahun, ditinggalkan
seorang diri di gubuk sederhana. Ibu mereka mencari nafkah sebagai buruh tani di
ladang yang jauh, menghabiskan hamper seluruh harinya untuk perjalanan dan pekerjaan.
Kekhawatiran mencengkeram benak Laia. Bagaimana jika bahaya mengintai anak-anak
tak berdaya ini?
Pengalaman pahit tentang kejadian serupa di sekitarnya semakin menguatkan tekadnya
untuk memiliki sebuah rumah aman, penuh kasih; disertai pendidikan layak bagi
anak-anak yang terabaikan. Dari sinilah gagasan mendirikan panti asuhan mulai bersemi.
Nama "Solomasi", berasal dari bahasa Nias yang berarti "kemurahan".
Nama ini bukan sekadar identitas, melainkan juga doa dan harapan agar kemurahan Tuhan
senantiasa melimpahi setiap anak yang bernaung di Panti Solomasi. Inspirasi nama ini
pun berakar kuat dalam firman Tuhan, Matius 5:7, yang menjanjikan berkat bagi mereka
yang berhati murah.
Kini, Panti Asuhan Solomasi telah menjadi harapan bagi anak-anak yang merindukan
kasih sayang, perawatan, dan pendidikan. Namun, perjalanan mewujudkan misi mulia ini
tidaklah mudah. Uluran tangan dari Bapak/Ibu, saudara/i sekalian sangat dibutuhkan
untuk memastikan keberlangsungan panti. Setiap donasi, baik berupa uang,
barang kebutuhan pokok, maupun tenaga sukarela, akan menjadi pelita harapan bagi
masa depan anak-anak Solomasi.
Bantu Panti Asuhan Solomasi
Rp0
0
tanganbaik
Rp0
dicairkan
Profil Panti
2 Okt 25
Kabar Terbaru
Belum ada update.
Doa #TanganBaik
Yuk, berikan donasi dan doamu!
Donasi
Belum ada donasi.