verifiedTransparansi Dana:
Panti SosialRp2.021.764.932
Sumur BorRp422.955.058
Orangtua AsuhRp261.988.000
BeasiswaRp0
TotalRp 2.706.707.990
Cerita

Anak Yang Dibuang Itu Punya Banyak Talenta

calendar_today

Nama saya Daniel Adi Saputra, dilahirkan ke dunia pada tanggal 1 Oktober 2004. Kehadiran saya di dunia rupanya tidak dikehendaki oleh orangtua saya, terutama oleh Ibu saya. Ibu saya berusaha menghentikan pertumbuhan di dalam rahimnya. Tapi Tuhan tetap menghendaki saya lahir di dunia, walaupun dengan keadaan tubuh yang tidak sempurna.

Pada usia 10 hari saya diserahkan pada keluarga besar ABAS. Ibu Rosa yang menerima saya, selalu mengatakan bahwa saya adalah berkat bagi keluarga ABAS dan banyak orang. Baru berusia 2 bulan, saya sudah menjalani berbagai operasi agar dapat tetap hidup. Cacat di tubuh saya ternyata merupakan berkat yang tersembunyi.

Karena keadaan tubuh yang tidak sempurna, saya sering diperlakukan istimewa oleh Ibu Rosa. Dan dengan berjalannya waktu, saya mulai mengenal bakat-bakat saya yaitu menari balet, main piano, gitar, drum dan fotografi.

Semakin hari saya semakin sadar bahwa Tuhan sangat mencintai saya dan karena itu saya ingin membalas cintaNya dengan menjadi perpanjangan tangan kasihNya.

Lulus SMA, saya mulai ikut persatuan pengemudi Ambulance sukarela. Sayal aktif dalam kegiatan pokdar, suatu kegiatan yang mendukung aktifitas Polri untuk masyarakat. Di Gereja saya juga aktif mengajar untuk Bina Iman, menjadi Putra Altar dan membantu Gereja untuk urusan sound system.

Saya punya banyak mimpi yang belum diwujudkannya, antara lain mengelilingi Indonesia dan Dunia dengan mengambil foto-foto, membentuk yayasan untuk anak-anak gagal aborsi. Saya ingin semua orang yang pernah ditolak kehadirannya di awal hidup mereka tetap sadar bahwa mereka mempunyai hak untuk hidup, hak untuk mencintai dan dicintai.

Tahun 2023 saya ke Kefamenanu memulai suatu karya kecil di sana untuk menyadarkan para orangtua yang memiliki anak-anak cacat untuk tidak menyembunyikan anak-anak mereka, tetapi mencari dan mengasah bakat mereka. Saya mengajari musik kepada anak-anak di sana yang alat-alatnya hasil sumbangan dari anak-anak keluarga besar ABAS yang sudah berhasil. Sekarang ini saya masih kuliah di Universitas Kalbis jurusan Broadcasting.

Saya berpesan kepada anak-anak di panti asuhan : Mari kita buktikan setiap manusia berharga di mata Tuhan dan berhak untuk mencintai dan dicintai. Demikian saya, Daniel berbagi pengalaman kepada anak-anak Panti Asuhan Tanjung Barat di akhir bulan Agustus 2024 atas prakarsa dari Tanganpeduli.com, semoga pengalaman dan perjalanan hidup saya dapat memberikan semangat kepada anak-anak yang ditinggalkan oleh orangtuanya. Saya sadar bahwa masih banyak hal yang harus saya pelajari dan saya kuasai, agar saya bisa hidup mandiri kelak, dan dapat membantu orang lain.

Chat via WhatsApp