CERITA ANAK DARI PELOSOK TANAH AIR
ALEXIS — KESEMPATAN UNTUK KEMBALI BERSEKOLAH
Alexis adalah siswi SMP Sint Carolus, Bengkulu. Ia tekun belajar, memiliki semangat untuk berprestasi dan menyimpan cita-cita besar untuk masa depannya.
Alexis dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang harus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikannya. Untuk membantu ekonomi keluarga, sang ibu berjualan nasi pecel
dari rumah.
Di tengah keterbatasan, Alexis tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Ia mengikuti berbagai perlombaan dan berhasil meraih sejumlah prestasi. Namun, ketika kondisi ekonomi keluarga semakin
sulit, pendidikan Alexis ikut terdampak. Ia sempat berhenti sekolah karena keluarganya belum menemukan jalan keluar untuk membayar biaya pendidikan.
Harapan itu akhirnya datang ketika Alexis bertemu Romo Yosse SCJ, relawan Tanganpeduli.com di Bengkulu. Melalui Program Anak Asuh, Tanganpeduli.com membantu meringankan biaya sekolah Alexis dengan membayar uang sekolahnya langsung kepada sekolah.
Bagi Alexis dan ibunya, bantuan tersebut bukan sekadar uang sekolah. Itu adalah kesempatan untuk kembali melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita yang
sempat terhenti.
Kini Alexis kembali bersekolah dengan tekad untuk terus belajar, berprestasi, menyelesaikan SMA, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan meraih masa depan yang diimpikannya.
DION — SERAGAM PUTIH ABU-ABU YANG KEMBALI DIPAKAI
Di Sumba, ada cerita lain. Dion, 14 tahun, telah menyelesaikan SMP. Namun karena keterbatasan ekonomi keluarga, ia harus berhenti sekolah selama dua tahun dan tidak dapat melanjutkan ke SMA.
Padahal Dion sangat ingin bersekolah. Setiap pagi ia membantu keluarganya. Ia bahkan harus berjalan sekitar tiga kilometer melalui jalan setapak untuk mengambil air bersih. Kehidupan keluarganya
sangat sederhana dan penghasilan dari pertanian maupun pekerjaan ibunya sebagai penenun tidak selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Suatu ketika Dion bertanya kepada ibunya:
“Mama, kapan Dion bisa melanjutkan sekolah?”
Sang Ibu hanya bisa terdiam. Bukan karena tidak ingin menyekolahkan anaknya, tetapi karena keadaan memang belum memungkinkan.
Dion hanya bisa melihat teman-teman seusianya mengenakan seragam putih abu-abu dan berangkat ke sekolah. Ia pun ingin merasakan hal yang sama.
Harapan itu datang ketika Dion bertemu Bruder Nedy Kornelis, relawan Tanganpeduli.com di Sumba. Melalui Program Anak Asuh, Dion memperoleh bantuan pendidikan sehingga dapat kembali melanjutkan
sekolah di SMA setelah dua tahun berhenti.
Bagi Dion, mengenakan kembali seragam putih abu-abu bukanlah hal yang sederhana. Seragam itu adalah tanda bahwa cita-citanya masih memiliki kesempatan untuk
diwujudkan.
Kini Dion kembali duduk di bangku sekolah. Ia kembali memiliki kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan masa depannya.
MASIH BANYAK ALEXIS DAN DION LAINNYA
Alexis dan Dion hanyalah dua cerita dari sekian banyak anak di pelosok tanah air yang menghadapi persoalan yang sama. Mereka memiliki cita-cita. Mereka ingin belajar. Mereka ingin memiliki
masa depan. Tetapi keadaan ekonomi keluarga terkadang membuat langkah mereka terhenti.
Melalui Program Anak Asuh Tanganpeduli.com, kita dapat membantu mereka tetap bersekolah dengan memberikan bantuan uang sekolah yang dibayarkan langsung kepada sekolah.
“Ketika seorang anak dapat tetap bersekolah, sesungguhnya kita sedang menjaga agar cita-citanya tidak ikut berhenti.”
Kita mungkin tidak dapat membantu semua anak. Tetapi kita dapat membantu satu anak. Kita dapat menjadi Orang Tua Asuh bagi seorang Alexis, seorang Dion, dan anak-anak lainnya yang membutuhkan
uluran tangan.
Semoga semakin banyak pintu kesempatan yang dapat kita buka bersama, dari Bengkulu, Sumba, Sumbawa, Timor, Kalimantan, Sulawesi, hingga pelosok-pelosok tanah air lainnya.
Mari Peduli, Kita Berbagi.
Tanganpeduli.com