verifiedTransparansi Dana:
Panti SosialRp2.021.764.932
Sumur BorRp422.955.058
Orangtua AsuhRp261.988.000
BeasiswaRp0
TotalRp 2.706.707.990
Kunjungan Panti

Kunjungan Tanganpeduli ke Yayasan Griya Asih

calendar_today

Pada tanggal 29 Maret 2022, kami mengunjungi Panti Asuhan GRIYA ASIH, yang berlokasi di Jl. Murdai 1 No. 1, Cempaka Putih Barat.
Kami disambut oleh Bp. Alexander Joseph Suwardi dan mengobrol cukup lama serta mengasyikkan.

PA Griya Asih berdiri tahun 1996 oleh Ibu dari Bp Alex, yang meninggal pada tahun 2016 karena kanker. Setelah itu panti dipegang oleh salah  seorang pengurus namun kondisinya parah dan hampir mau tutup. Akhirnya Pak Alex yang diminta mengurus panti dan lambat laun panti bisa kembali normal sebagai tempat membina anak2 yang mengalami disfungsi sosial keluarga. Umumnya anak2 berasal dari orang tua yang berpisah, sehingga mereka menjadi terlantar.

Meski diakui oleh Keuskupan Agung Jakarta, sebagai panti sosial, dan juga dibawah naungan Dinas Sosial DKI, namun untuk pendanaannya Pak Alex harus mencari sendiri.

Berkat campur tangan Tuhan Yang Maha Kuasa, sejauh ini ada saja donatur tidak tetap yang membantu Yayasan Griya Asih, sehingga anak2 bisa bersekolah hingga SMA, dan setelah mereka mendapat pekerjaan, baru dilepas dari panti.

Dengan kapasitas sebanyak 68 anak, sekarang ini dihuni oleh 59 anak usia pra sekolah hingga SLTA. Untuk penerimaan anak yang baru, syaratnya sang anak mengalami disfungsi sosial keluarga, dan maksimal berusia 10 tahun. Mereka akan disekolahkan dan tinggal di panti secara gratis.

Dengan pengasuh sebanyak 8 orang yang tinggal di dalam, serta 2 sekuriti, bisa dibayangkan berapa biaya yang dibutuhkan setiap bulan, termasuk untuk biaya sekolah anak2.

Banyak anak alumni Griya Asih yang sudah berhasil dalam karirnya dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pak Alex. Hal inilah yang menguatkan Pak Alex, yang sebelumnya punya karir yang bagus dan menjadi orang kepercayaan sebuah perusahaan besar, namun panggilan untuk menjadi gembala bagi anak2 panti menjadi pilihan beliau, yang juga didukung oleh keluarganya.

Demikian Cerita mengenai PA Griya Asih, semoga bisa menggugah setiap pembaca untuk peduli dan menggerakkan tangan untuk membantu sesama.

Chat via WhatsApp