verifiedTransparansi Dana:
Panti SosialRp1.662.764.932
Sumur BorRp422.955.058
Orangtua AsuhRp219.564.000
BeasiswaRp0
TotalRp 2.305.283.990
Berita

MENGENAL PANTI ASUHAN DISABILITAS ELSAFAN

calendar_today

Yayasan Elsafan adalah Lembaga Pelayananan Disabilitas Netra yang melayani di Bidang Panti Asuhan dan Sekolah Luar Biasa Elsafan, berlokasi di Jl. Betung Raya No. 49, Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Bapak Pendeta Ritson Manyonyo adalah penggagas berdirinya Yayasan sekarang sebagai Ketua Yayasan Elsafan yang juga seorang penyandang disabilitas netra, yang dideritanya secara bertahap, yakni akibat penurunan fungsi penglihatan karena Glukoma dan seiring berjalannya waktu akhirnya didiagnosis mengalami kebutaan total. Justru dari kebutaan total inilah yang menguatkan tekat beliau untuk mendirikan Elsafan pada tanggal 6 Februari 2006 untuk melayani para difabel.

 

Yayasan Elsafan yang terdiri dari Panti Asuhan dan juga Sekolah Luar Biasa dalam satu lokasi, sehingga memudahkan mobilitas bagi anak-anak dan remaja karena hanya dibedakan lantai saja. Namun kondisi pada waktu ini sungguh memprihatinkan karena bangunan yang mereka tempati adalah bangunan tua, sehingga beresiko terhadap keselamatan anak-anak dan remaja di sana, belum lagi kerusakan dinding, kebocoran atap serta masalah sanitasi yang memerlukan biaya pemeliharaan yang cukup besar. Dan bangunan tua tersebut belum sepenuhnya menerapkan standar bangunan bagi penyandang disabilitas netra.

 

Pihak Panti pernah berencana untuk merobohkan bangunan tua tersebut dan dibangun kembali dengan standar bangunan yang sesuai bagi penyandang netra, namun masih terbentur dengan biaya yang sangat besar, yang tak sanggup mereka atasi sendiri. Semoga ada donatur baik hati yang tergerak untuk membantu anak-anak panti yang pada waktu ini berjumlah 42 orang.

 

Pihak Yayasan hanya memiliki dana 2 milyar, sedangkan perkiraan biaya untuk membangun ulang Gedung yang sekarang diperkirakan membutuhkan biaya 11,2 milyar, sehingga mereka masih kurang 9,2 milyar lagi.

 

Adapun beberapa kegiatan di tahun 2026 ini antara lain :

a.       Pada tanggal 14 Januari 2026 mereka menerima Syahila Ismananda, 7 tahun, gadis disabilitas netra sebagai murid baru di Elsafan. Syahila bercita-cita kelak menjadi orang yang berpengaruh di Indonesia.

b.       Pada  tanggal 4 Februari 2026 menerima Riana Theresia, gadis sunda 14 tahun, penyandang disabilitas netra, sebagai calon siswi SMALB Elsafan yang baru, mempunyai cita-cita ingin menjadi penyanyi, model dan artis terkenal.

c.       Pada tanggal 7 Februari 2026 merayakan 20 tahun Yayasan Elsafan, Bp. Pdt. Ritson Manyonyo menyampaikan terima kasih kepada para Pembina, Pengawas dan Pendiri, juga kepada para Mitra, Relasi dan Donatur, yang selama ini bersedia mengawal dan menopang kegiatan yayasan. Semoga Yayasan Elsafan dapat berguna bagi generasi disabilitas, netra dan majemuk di Indonesia.

d.      Pada tanggal 15 April 2026 ada 6 putra dan putri SLB Elsafan yang  menerima penghargaan dalam ajang FLS3N 2026 di Tingkat Jakarta Timur. Juara 1 Menyanyi Solo (2 anak), Juara 1 Lomba Bercerita, Juara 2 Film Pendek (3 anak).

e.       Pada tanggal 18 Mei 2026, beberapa remaja Elsafan mendapat pelatihan sebagai barista oleh Ibu-ibu dari Lion’s Club agar mereka dapat bekerja secara mandiri dengan membuka Kafe Elsafan, dengan suguhan kopi spesial, yang dibuat dengan semangat, ketelitian dan penuh rasa percaya diri.  

Chat via WhatsApp