Cerita, Kegiatan, dan Update Terbaru dari Lapangan
Cerita, Kegiatan, dan Update Terbaru dari Lapangan
Masyarakat Di NTT Sangat Membutuhkan Sumur Bor
Pengurus Tanganpeduli yang diwakili oleh Djohan Gautama dan Michael Suryo, pada tanggal 1 -5 Maret 2025 telah melakukan perjalanan ke Kefamenanu, Pulau Timor, NTT. Yang dilakukan mereka pertama kali adalah meninjau lokasi sumur bor, yang 3 tahun lalu disumbangkan oleh Tanganpeduli, dengan menggalang dana bersama pada waktu itu.
RENCANA KEGIATAN TANGANPEDULI TAHUN 2025
Tahun 2025, Tanganpeduli merencanakan untuk menambah jumlah panti sosial yang dibantu, diharapkan ada penambahan 30 panti baru, demikian juga dengan program OTA, diharapkan ada sedikitnya 30 anak lagi yg bisa mendapat Orang Tua Asuh.
Kunjungan Kedua Ke Panti Asuhan Elsafan
Tanganpeduli mengunjungi Panti Asuhan Elsafan di Duren Sawit, Jakarta Timur. Kunjungan ini merupakan yang kedua kali setelah (bulan & tahun) lalu. Kami tiba menjelang jam makan siang, sehingga bisa santap bersama anak-anak dari nasi kotak yang kami bawa. Kami juga sempat melihat ke ruang kelas dan ruang tamu, yang diisi dengan begitu banyaknya piala penghargaan yang diperoleh anak-anak, juara catur, juara menyanyi solo, juara pingpong, juara lomba lari dan sebagainya.
Panti Asuhan Griya Asih Perkusinya Keren
Tanganpeduli untuk kedua kalinya mengunjungi Panti Asuhan Griya Asih di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada September 2024, dan kami disambut oleh Bp. Alexander Josep Suardi dan istri selaku Ketua Yayasan
Anak Yang Dibuang Itu Punya Banyak Talenta
Saya punya banyak mimpi yang belum diwujudkannya, antara lain mengelilingi Indonesia dan Dunia dengan mengambil foto-foto, membentuk yayasan untuk anak-anak gagal aborsi. Saya ingin semua orang yang pernah ditolak kehadirannya di awal hidup mereka tetap sadar bahwa mereka mempunyai hak untuk hidup, hak untuk mencintai dan dicintai.
Menghibur Oma & Opa Di Panti Lansia Berdikari
Tanganpeduli mengunjungi Panti Lansia Berdikari pada bulan Juni 2024, perjalanan menempuh waktu 2 jam dari Jakarta tidak terasa melelahkan setelah ketemu Opa dan Oma yang sudah duduk manis di aula PA Berdikari. Ada sekitar 30 Opa & Oma yang hadir, mereka mengikuti acara hiburan secara antusias.